Darimana datangnya ...?
Cinta bertanya, hanya dalam hati.
Biarpun sangat sedikit kutahu,
Tentang kemajuan,
Kebanggaan banyak insan;
Diri ini hanya memiliki heran.
Tentu sebagai bagian kecil kalangan,
Pemuja dewa-dewi pemilik dan penunggu pohon cimplukan,
Seperti langkah semut-semut kecil, yang berusaha mengamati setiap inci bagian pohonnya, dari akar hingga ke pucuk-pucuk daun, juga pada setiap celah kecil bunga-bunga dan buahnya;
Sebagai kalangan yang kini tiada bernama, juga enggan berlayar,terbang dan berlayang kepada mulut-mulut-lantang;
Duduk berdiam tanpa beranjak untuk mendekatimu,
Olah masa sepi seolah menjaga yang masih tersisa,
Kemana lagi, langkah itu meski mengambil pilihan, kala dinding semu batu-batu legam menjulang bagai rapat mengitari, menutup setiap pandangan kedepan, membiarkan bayangan masa lalu yang terus hidup
Desa terpencil ini adalah saksi bisu, sumber jernihnya nalar akan tiada mampu dipungkiri, kelak akan mengukirkan janji lagi, tentang siapa saja yang mencoba mengusik cimplukan, tiada harus bertanya logis akan jawaban sang pemilik punya caranya sendiri memberi jawab... ;
No comments:
Post a Comment